Cari Blog Ini

Minggu, 03 Januari 2016

Nasionalisme Baru : Nasionalisme Bangsa Indonesia Menghadapi Tantangan Global



“Bangsa Indonesia sejak dahulu terkenal sebagai bangsa yang ramah terhadap bangsa lain. Setiap orang asing yang datang ke bumi Nusantara disambut dengan tangan terbuka. Bahkan terhadap orang atau bangsa asing yang datang dengan maksud jahat. Kita baru sadar dan berani melakukan perlawanan setelah kita terlanjur ditindas oleh bangsa asing tersebut, sehingga perlawanan itu membutuhkan pengorbanan yang besar dan berdarah-darah” demikian pernyataan penyaji dalam seminar bulanan yang diselenggarakan oleh PSPK UGM pada hari Kamis, tanggal 5 Januari 2012 di ruang sidang besar kantor tersebut. Seminar yang telah menjadi kegiatan rutin setiap bulan tersebut, pada kesempatan itu menampilkan seorang narasumber Prof. DR. Pratikno, M.  Soc. Sc, guru besar jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, yang juga pejabat Dekan di Fakultas tersebut. Topik yang diangkat dalam seminar yang diselenggarakan pada sore hari tersebut adalah “Tantangan Politik dan Nasionalisme Indonesia 2012.

Keramahan bangsa Indonesia terhadap bangsa atau orang asing terus berlanjut hingga saat ini, pada saat Bangsa Indonesia telah memasuki era kemerdekaan. Setiap pihak luar/asing yang datang ke negeri ini disambut dengan baik meskipun kedatangannya membawa misi terselubung, sebuah misi yang sangat merugikan kedaulatan bangsa Indonesia. Memang pada saat ini ancaman bangsa/orang asing terhadap negeri ini bukan lagi dalam bentuk agresi yang bertujuan untuk menguasai secara de fakto negeri yang terkenal subur makmur ini, sehingga kita “bangsa Indonesia” sama sekali kehilangan kedaulatan sebagai sebuah bangsa dan menjadi bangsa jajahan.  Pengaruh bangsa asing tersebut datang dan merasuk ke bumi nusantara secara halus tanpa kita sadari melalui berbagai bentuk kerjasama yang mereka tawarkan. Namun demikian dampak yang ditimbulkan oleh “agresi” terselubung tersebut sungguh luar biasa. Kita saat ini memang tidak kehilangan kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka, namun dalam praktek kehidupan sehari-hari kita bangsa Indonesia sebenarnya telah kehilangan kedaulatan sersebut. Pengaruh bangsa asing yang pada saat ini merasuk ke urat nadi kehidupan bangsa Indonesia, tanpa disadari telah menghilangkan kedaulatan bangsa Indonesia dalam berbagai bidang /aspek misalnya bidang energi, pangan, kesehatan, pendidikan, ekonomi/moneter dll.

Kita harus berani secara jujur mengakui bahwa dalam bidang energi, saat ini bangsa Indonesia telah kehilangan kedaulatan. Sungguh menyedihkan, kita sebagai bangsa yang kaya dengan sumber energi, baik yang terbarukan maupun yang tak terbarukan seringkali mengalami krisis energi. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Walhi, Indonesia merupakan negeri yang memiliki 60 ladang minyak (basins) dengan cadangan minyak sekitar 77 milyar barel dan 332 trilyun kaki kubik (TFC) gas. Sebuah angka yang sangat mengagumkan namun kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan melalui media massa terjadinya kelangkaan pasokan BBM di berbagai pelosok tanah air. Akar permasalahannya adalah kita telah kehilangan kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya energi yang kita miliki. Selama ini kita tidak mampu mengelola dan mengeksplorasi sendiri ladang minyak yang kita miliki dan menyerahkan sebagian besar pengelolaan dan eksplorasi ladang minyak tersebut pada perusahaan asing. Lemahnya posisi tawar bangsa Indonesia terhadap perusahaan-perusahaan asing tersebut telah menyebabkan kita tidak dapat memetik keuntungan maksimal dari kegiatan eksplorasi tersebut. sebagian besar keuntungan dinikmati oleh bangsa asing karena sebagian besar hasil eksplorasi di ekspor kenegeri mereka. Akibatnya mereka memiliki cadangan energi yang berlimpah ruah, sedangkan kita mengalami krisis energi.

Kedaulatan bangsa Indonesia di bidang pangan pada saat ini juga telah hilang. Kita yang terkenal sebagai bangsa agraris, sebuah bangsa yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani, namun ternyata telah menjadi bangsa pengimpor bahan pangan terbesar di dunia. Pada tahun 2011 bangsa Indonesia telah mengimpor beras sebanyak 1,75 juta ton beras. Sebuah angka yang sangat fantastis sehingga mengantarkan kita sebagai salah satu bangsa pengimpor pangan terbesar di dunia. Kondisi ketergantungan bangsa Indonesia terhadap bahan pangan dari luar negeri tidak hanya terjadi dalam komoditas beras tapi juga dalam komoditas lain seperti kedelai, jagung, kentang, singkong, the, bawang putih, bawang merah, cabe, ikan, bahkan garam dapur. Sungguh menyedihkan bangsa Indonesia yang memiliki negeri yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan dan memiliki garis pantai terpanjang di dunia ternyata melakukan impor garam guna memenuhi kebutuhan garam rakyatnya.  

Kedaulatan bangsa Indonesia di bidang kesehatan juga telah hilang. Pada saat ini rakyat Indonesia belum dapat menikmati pelayanan kesehatan yang murah. Hal itu bukan karena cost atau biaya yang dikeluarkan oleh dokter dan unit pelayanan kesehatan guna melayani pasien relatif tinggi, melainkan karena pasien harus menanggung biaya pengobatan yang sebenarnya tidak perlu. Berbeda dengan dokter di negara maju yang hanya menganjurkan pasien untuk mengkonsumsi obat antibiotik pada saat tertentu, di Indonesia setiap orang yang sakit karena virus atau bakteri selalu diwajibkan untuk minum obat antibiotik, meskipun sebenarnya obat tersebut tidak perlu. Ketika ditelusuri lebih dalam, anjuran dokter pada pasien untuk minum obat atau antibiotik bukan sepenuhnya didasari oleh faktor medis semata, tetapi juga didasari oleh faktor lain yaitu keuntungan finansial yang akan diperoleh bila pasien mengkonsumsi obat. Harus diakui bahwa pada saat ini banyak dokter yang melakukan “perselingkuhan”  dengan pengusaha obat. Selain menjalankan tugas profesi, mereka bekerja sama dengan perusahaan untuk memasarkan obat yang diproduksi oleh perusahaan tersebut, dengan imbalan sejumlah fee.   Akhirnya pasien yang menjadi korban karena harus menanggung biaya yang sebenarnya tidak perlu.

Kedaulatan bangsa Indonesia dibidang pendidikan di era sekarang ini juga sangat lemah. Hingga usia kemerdekaan Indonesia mencapai 66 tahun rakyat Indonesia juga belum dapat menikmati pendidikan yang murah. Oleh karena itu wajar bila masih banyak rakyat Indonesia yang memiliki latar belakang pendidikan rendah. Arus kapitalisasi di dunia pendidikan semakin menyingkirkan sebagian besar rakyat Indonesia dari kesempatan untuk mengenyam pendidikan murah karena orientasi utama lembaga pendidikan yang memiliki orientasi kapital bukan lagi menjalankan misi kemanusiaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa namun semata-mata untuk mencari keuntungan. Ironisnya proses kapitalisasi ini bukan hanya terjadi di sekolah / perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pihak swasta, namun juga telah melanda banyak sekolah / perguruan tinggi negeri.

Kedaulatan bangsa di sektor ekonomi/moneter juga telah luntur tergerus derasnya pengaruh yang datang dari luar. Kita sering mendengar pejabat negara dengan bangga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif tinggi. Namun kita tidak menyadari siapa sebenarnya yang memetik keuntungan dari pertumbuhan ekonomi tersebut, kita bangsa Indonesia ataukah bangsa lain. Harus jujur pula kita akui bahwa sebenarnya yang memetik keuntungan besar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah bangsa asing. Hal itu karena sebagian besar pelaku ekonomi dalam negeri adalah orang asing. Privatisasi BUMN telah menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi kepanjangan tangan dari pihak asing untuk mengeruk keuntungan ekonomi di dalam negeri. Kondisi ini semakin diperparah oleh kenyataan semakin banyaknya perusahaan domestik yang diakuisisi atau dibeli oleh pemodal dari luar negeri. Bila dilihat dari luar perusahaan-perusahaan tersebut masih dikelola oleh orang-orang Indonesia namun karena sahamnya telah dimiliki oleh pihak asing maka otomatis keuntungan yang diperoleh perusahaan akan dimiliki oleh pihak asing tersebut. Orang-orang Indonesia yang bekerja diperusahaan tersebut hanya menjadi pekerja yang mendapat upah, namun mereka sama sekali tidak memiliki hak untuk menikmati keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut.

Dari semua bidang kehidupan yang telah mengalami “agresi” dari pihak asing, bidang politik merupakan bidang yang paling menyedihkan karena memiliki dampak yang sangat luas bagi kehidupan bangsa Indonesia. Selama ini bangsa Indonesia memang memiliki pemerintah/penguasa sebagai pemegang mandat kekuasaan negara yang dipimpin oleh putra-putra bangsa. Namun kita harus mengakui bahwa selama era kemerdekaan, lebih-lebih di era Orde Baru dan Orde Reformasi pemerintah sebagai pemegang mandat kekuasaan dari rakyat tidak dapat sepenuhnya menegakkan kedaulatan politik yang dimiliki. Setiap awal tahun pemerintah Indonesia memang merumuskan kebijakan pemerintahan sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan. Namun dengan jujur harus kita akui bahwa selama ini pemerintah belum dapat sepenuhnya merumuskan dan melaksakan kebijakan pemrintahan yang dapat mensejahterakan rakyat. Banyak kebijakan yang diambil yang justru menyengsarakan rakyat. Banyak kasus yang dapat disebut sebagai contoh dari adanya kebijakan pemerintah yang justru menyengsarakan rakyat, misalnya kebijakan pembukaan lahan perkebunan di Mesuji Lampung dan kebijakan ekplorasi SDA di Papua.

Akar Permasalahan dan Solusi
Sebenarnya masih banyak hal yang dapat disebut untuk menggambarkan trelah hilangnya kedaulatan bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan negeri ini, namun bila hal tersebut terus kita bahas maka yang muncul bukan lagi kebahagian namun rasa sedih dan frustasi. Oleh karena itu, marilah sekarang kita mencoba untuk menemukan akar permasalahan dari semua masalah tersebut agar nantinya kita dapat menemukan solusi dari berbagai masalah itu.

Menurut hemat saya, akar dari munculnya berbagai masalah dalam kehidupan bangsa Indonesia adalah adanya konsep nasionalisme yang tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Selama ini kita hanya memfokuskan konsep nasionalisme dalam tataran domestik, yaitu satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Semua kebijakan yang diambil oleh negara terkait dengan sikap nasionalisme terpaku pada upaya untuk mewujudkan hal tersebut. kurikulum pendidikan di Indonesia sebagai salah satu contoh kebijakan negara yang berkaitan dengan nasionalisme, masih terfokus pada upaya untuk menanamkan dalam diri anak didik konsep nasionalisme yang bertumpu pada upaya mewujudkan kesatuan tersebut, yaitu satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Kurikulum pendidikan kita belum mengajarkan bahwa dalam kesatuan sebagai bangsa, bangsa Indonesia juga hidup diantara banyak bangsa yang masing-masing memiliki kepentingan. Dalam era globalisasi, kita tidak dapat menutup diri dari pergaulan dunia sehingga mau tidak mau kita harus bergaul dengan bangsa-bangsa lain dengan berbagai kepentingan mereka. Karena kepentingan banga asing tidak selalu jalan dengan kepentingan domestik bangsa Indonesia maka setiap anak didik seyogyanya dididik dan diajari konsep nasionalisme yang tidak hanya mengajarkan nilai persatuan tetapi juga nasionalisme yang mampu memberi kekuatan pada mereka untuk menolak intervensi / pengaruh bangsa lain yang akan merugikan bangsa Indonesia. “Kita tidak hanya mendidik anak-anak kita untuk menjaga persatuan namun juga mendidik mereka untuk menolak setiap pengaruh dari luar negeri yang akan merugikan bangsa ini. Sebagai contoh, kalau kita bisa menggunakan produk dalam negeri mengapa kita harus “cinta mati” dengan produk asing.

Langkah lain yang harus ditempuh untuk mengembalikan kedaulatan bangsa yang telah dirampok oleh bangsa asing adalah memilih pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki karakter yang mampu bersikap tegas terhadap pihak lain yang akan merugikan kepentingan dalam negeri. Pemimpin tersebut juga harus mampu menghentikan “perselingkuhan” yang telah dilakukan oleh para elit politik dengan para “cukong” / pelaku ekonomi yang telah menyebabkan tingginya biaya politik dalam proses perpolitikan di negeri ini dan juga telah menyengsarakan rakyat Indonesia. “Kita harus jujur bahwa “perselingkuhan’ antara pemegang kekuasaan dengan pelaku ekonomi telah menyebabkan lahirnya berbagai kebijakan negara yang tidak berpihak pada rakyat dan malah menyengsarakan rakyat.” Demikian ajakan penyaji sebelum seminar sore tersebut ditutup.

Sabtu, 19 Desember 2015

Gejala dan Pengobatan Alergi Obat




Obat-obatan
Reaksi alergi obat muncul ketika sistem kekebalan tubuh diaktifkan dalam merespon obat. Alergi obat bisa terjadi dari obat yang diminum, disuntikkan, atau dioleskan pada kulit. Gejala reaksi alergi obat bervariasi mulai dari ruam kulit ringan, hingga pembengkakan dan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba yang dapat mengancam nyawa seseorang.

Umumnya, orang yang alergi obat biasanya sudah pernah terpapar obat tersebut atau obat sejenisnya. Ketika pertama kali terjadi paparan, sel-sel imun (sel-sel kekebalan tubuh) membentuk antibodi untuk melawan obat tersebut. Antibodi adalah protein yang dibuat oleh sistem imun untuk melawan penyerbu asing seperti bakteri dan virus. Ketika orang itu terpapar lagi dengan obat tersebut, maka antibodi akan bereaksi, dan memunculkan respon alergi. Gejala alergi obat dapat terjadi segera setelah minum obat atau dapat terjadi satu minggu kemudian.

Penyebab seseorang alergi terhadap jenis obat-obatan tertentu hingga kini masih belum diketahui, namun faktor genetik atau keturunan diyakini berperan penting.

Alergi obat dapat menimbulkan keadaan yang serius, bukan hanya karena gejala yang ditimbulkannya, tapi juga karena akan menghambat atau mencegah fungsi obat tersebut untuk mengobati penyakit atau kondisi medis tertentu.

Umumnya, alergi obat tidak terdeteksi hingga seseorang itu terpapar obat tersebut, lalu kemudian muncul reaksi alergi.

Banyak orang yang sensitif terhadap obat-obatan, namun tidak semua sifat sensitivitas ini adalah alergi obat sejati. Sebagian reaksi negatif dari obat hanyalah merupakan efek samping bagi mereka yang sensitif, sedangkan bagi mereka yang tidak sensitif, efek samping ini mungkin tidak terjadi. Di antara efek samping obat yang paling umum adalah sakit perut, diare, muntah, demam dan kulit yang sensitif terhadap cahaya matahari (photosensitivity). Alergi obat berbeda dengan sensitif terhadap obat. Keadaan sensitif pada obat tidak melibatkan sistem imun tubuh, dan kadangkala efek samping akan hilang ketika dosisnya diturunkan. Sedangkan yang dikatakan alergi obat adalah jika reaksi alerginya melibatkan sistem imun tubuh. 

Gejala alergi obat

Gejala alergi obat bervariasi tergantung dari bentuk mekanisme imun tubuh yang terlibat. Reaksi yang paling sering terjadi adalah ruam kulit. Jika sebelumnya seseorang pernah terpapar obat yang menyebabkannya alergi, maka ruam mungkin akan timbul lebih cepat, bisa dalam satu atau dua hari sejak minum obat. Reaksi juga dapat 'tertunda' atau belum terjadi hingga 8 sampai 10 hari setelah meminum obat. Reaksi obat juga mungkin baru terjadi setelah satu minggu sejak seseorang berhenti dari meminum obat, biasanya ini terkait dengan penggunaan antibiotik.

Gejala alergi yang muncul hanya beberapa saat setelah mengonsumsi obat (gejala akut) biasanya memunculkan ruam kulit dan gatal-gatal (mirip
kaligata). Namun pada kasus yang lebih berat, gejala lain yang mungkin timbul adalah hidung tersumbat, denyut nadi cepat, tekanan darah turun, sesak napas, wajah bengkak, dan sakit kepala. Jenis reaksi alergi yang satu ini disebut dengan anafilaksis, yang merupakan jenis reaksi alergi yang paling serius. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kematian bahkan dalam hitungan menit.

Jenis reaksi alergi yang kurang umum disebut dengan serum sickness. Serum sickness dapat terjadi setelah satu hingga tujuh hari setelah mulai mengonsumsi obat, juga dapat terjadi meskipun sebelumnya belum pernah menggunakan obat tersebut. Gejala serum sickness antara lain, ruam kulit, gatal-gatal, demam dan nyeri sendi. Pada kasus yang cukup jarang terjadi, reaksi alergi juga dapat menyebabkan pemecahan sel darah merah yang disebut dengan anemia hemolitik.

Jika seseorang alergi pada salah satu jenis obat, menggunakan obat jenis lain namun dengan struktur kimia yang mirip juga berisiko memicu alergi. Sebagai contoh, jika seseorang diketahui alergi pada antibiotik penisilin, maka ia juga harus menghindari penggunaan antibiotik sefalosforin seperti cephalexin.

Diagnosis alergi obat

Selain pemeriksaan fisik dan mempelajari riwayat kesehatan pasien, terutama riwayat alergi, biasanya juga akan dilakukan tes kulit. Contoh, tes kulit dengan penisilin yang sering dilakukan sebelum dokter memberikan resep penisilin, sedikit penisilin akan disuntikkan dokter tepat di bawah kulit. Jika muncul reaksi alergi pada lokasi penyuntikan (dengan radius tertentu), maka orang tersebut alergi penisilin. Namun tes kulit ini tidak selalu dapat diandalkan karena tes ini hanya menggunakan bagian dari molekul penisilin.

Durasi alergi obat

Reaksi alergi obat biasanya sembuh dengan sendirinya dan paling lama hanya berlangsung selama beberapa hari setelah obat dihentikan. Namun pada beberapa kasus, reaksi alergi yang berat bisa saja terjadi. Pada kasus yang cukup jarang, reaksi alergi obat dapat menyebabkan kulit mengelupas/melepuh, kondisi ini disebut dengan toxic epidermal necrolysis (TEN). Pasien yang mengalami reaksi alergi ini membutuhkan perawatan yang sama dengan pasien luka bakar, dan mungkin kulit akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk sembuh sepenuhnya. Obat-obat yang memiliki keterkaitan dengan TEN antara lain, antibiotik berbasis sulfa, allopurinol, beberapa jenis obat kejang, dan ampisilin.

Mencegah alergi obat

Langkah terbaik untuk mencegah alergi obat adalah dengan menghindari obat-obatan yang menjadi pemicunya. Namun menentukan jenisnya merupakan hal yang sulit, karena pada kenyataannya pasien baru diketahui alergi obat setelah ia mengalaminya.

Jika saat ini Anda memiliki riwayat alergi pada makanan tertentu, serbuk sari, jenis sabun dan kosmetik tertentu, atau produk-produk umum lainnya, pastikan untuk memberitahukannya kepada dokter sebelum mereka meresepkan obat. Anda juga harus memberitahu dokter mengenai reaksi negatif jenis obat tertentu yang sebelumnya pernah Anda alami. Satu langkah baik bagi Anda, sebaiknya catat obat-obatan, jenis makanan dan produk tertentu yang memberikan efek negatif bagi Anda untuk diberitahukan kepada dokter. Terlebih lagi jika dokter tersebut belum pernah menangani Anda sebelumnya.

Perlu diingat bahwa, jika setelah meminum obat muncul reaksi negatif, hentikan penggunaan obat tersebut dan segeralah hubungi dokter. Dokter akan memastikan ini apakah alergi obat sejati atau hanya sensitivitas, solusinya dokter mungkin akan mengganti obat tersebut dengan obat lain.

Pengobatan alergi obat

Setelah gejala-gejala alergi obat muncul, pengobatannya akan berdasarkan tingkat keparahannya. Jika hanya terjadi ruam kulit, dan selebihnya kondisi Anda sehat secara umum, mungkin hanya butuh menghentikan penggunaan obat tersebut. Namun jika tidak, pengobatan akan dilakukan untuk menghilangkan gejalanya.

Antihistamin sangat disarankan untuk mengurangi gejala gatal-gatal dan gejala terkait histamin lainnya. Salep/krim kortikosteroid (seperti hydrocortisone dan lain-lain) dapat diresepkan dokter untuk mengatasi gejala alergi pada kulit. Sedangkan tablet kortikosteroid (seperti prednison) dapat juga digunakan untuk gejala yang lebih parah.

Anafilaksis, reaksi alergi yang paling serius, akan menyebabkan tekanan darah turun secara dramatis, mengi dan sesak napas. Pada kasus anafilaksis yang parah, pasien dapat kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian. Perawatan anafilaksis adalah dengan cara menyuntikkan epinefrin (adrenalin) dan cairan yang diberikan secara intravena (infus).

Kamis, 17 Desember 2015

Minuman Energi Organik Ini Hadir 2016


Minuman Energi Organik Ini Hadir 2016
Minuman energi organik (Foto:Foodbeast)
PADA 2016, minuman energi akan bertransformasi jadi minuman yang lebih bersahabat. Gatorade atau minuman berenergi organik akan diluncurkan dalam waktu dekat.
Al Carey, CEO PepsiCo Americas Beverages mengatakan bahwa produsen minuman ternama itu akan memperkenalkan terobosan produk terbarunya. Yakni, makanan dan minuman berbahan organik, termasuk minuman berenergi.
Hal tersebut dilakukan karena permintaan konsumen setianya. Selain itu, tren makanan organik juga lebih diminati banyak kalangan saat ini.
Tahun depan, produsen minuman ini juga memperluas jaringan selain minuman bersoda andalannya itu. Seperti produk Tropicana yang akan hadir dengan jus non transgenik di tahun mendatang. Demikian sebagaimana dilansir Foodbeast, Kamis (17/12/2015).

Kegiatan Ekstrem Menjamur ke Anak Muda Indonesia

Kegiatan Ekstrem Menjamur ke Anak Muda Indonesia
Kegiatan ekstrem menjamur ke anak muda Indonesia (Foto: Utami Riyani/Okezone)
KEGIATAN ekstrem digandrungi anak muda. Salah satunya skateboard yang berkembang di perkotaan.
Coach Green Skateboard Lessons, David Syafitrah mengatakan animo masyarakat di berbagai kota saat ini telah meningkat. Di kota besar hingga kota kecil telah banyak taman yang digunakan sebagai skatepark.
Anak-anak usia lima tahun belajar skateboard, menurut David, anak dengan usia tersebut biasanya hanya belajar meluncur.
Sementara itu, kegiatan ini disebut tidak hanya diminati laki-laki saja. Tetapi juga perempuan dari berbagai usia.
“Ada juga perempuan yang ikut skateboard. Tapi tidak banyak, sekira 10 sampai 20 saja di berbagai kota,” lanjut David.
Untuk belajar skateboard, Anda bisa bergabung dengan komunitas skateboard yang ada di masing-masing kota.
Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makassar dan Medan adalah beberapa kota yang terlihat sudah mulai banyak memiliki peminat skateboard.
Sementara di Jakarta, bisa mengikuti latihan di Green Skate Park Taman Mini Indonesia Indah. Untuk pemula, Anda bisa ikut berlatih private selama dua jam per hari.

Bayi Pinokio, Lahir dengan Otak di Hidungnya

Bayi Pinokio, Lahir dengan Otak di Hidungnya
OLLIE Trezise, dari Maesteg, Wales, lahir dengan kondisi yang sebabkan otaknya tumbuh melalui retakan di tempurung kepalanya hingga masuk ke hidungnya. Dengan hidungnya yang membesar, sang ibu pun menjulukinya sebagai Pinokio.
“Ketika baru dilahirkan dan mereka mengantarkan Ollie kepada saya, saya nyaris tidak bisa berkata-kata. Dia terlahir sangat kecil dan memiliki benjolan seukuran bola golf di hidungnya,” tutur Poole, yang melahirkan Ollie pada Februari 2014.

Bayi berusia 21 bulan tersebut telah menjalani berbagai operasi menyakitkan untuk membantunya bernapas dan menutup celah di tengkoraknya. Jauh sebelum itu, sang ibu pertama kali menemukan keanehan pada janinnya melalui skrining pada usia kandungan 20 minggu.
MRI scan berikutnya mengonfirmasi bahwa benjolan tersebut adalah Ensefalokel. Istilah tersebut merujuk pada kondisi cacat tabung saraf langka di mana tengkorak bayi tidak menutup sepenuhnya sehingga melebar dan menciptakan kantong menonjol.

Sembilan bulan kemudian, hidung Ollie terus bertambah besar bersama dengan perkembangan badannya, hingga seperti Pinokio. Dokter pun mengatakan pada kedua orangtua Ollie bahwa mereka perlu mengoperasi putra mereka untuk membuka saluran napasnya.
“Awalnya, saya takut operasi itu akan merenggut nyawanya. Tapi dokter menjelaskan bahwa ia berisiko infeksi atau bahkan meningitis jika ia tersandung atau hidungnya terbentur. Jadi saya menyetujui operasi tersebut,” katanya, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (16/12/2015).
Pada November 2014, ia menjalani sukses dua jam operasi di Rumah Sakit Anak Birmingham. Operasi ini melibatkan pemotongan tengkoraknya untuk mengempeskan kantung yang berisi kelebihan cairan otak dan memperbaiki kembali hidungnya.
"Setelah operasi, Ollie memiliki bekas luka zig-zag besar di kepalanya. Dia pasti merasakan sakit yang amat sangat, tapi dia mampu terus tersenyum dan tertawa. kepositifannya membuat saya jauh lebih tenang," ujarnya yang sempat diejek oleh beberapa orang karena telah melahirkan anak dengan kondisi yang menyulitkannya.
Sekarang, setelah sepenuhnya pulih, Ollie tumbuh menjadi anak kecil yang ceria yang gemar bermain di kolam renang dan bermain dengan kakak perempuannya, Annabelle, yang berusia empat tahun.

sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/2015/12/16/481/1269100/bayi-pinokio-lahir-dengan-otak-di-hidungnya